Berbagi dan Berekspresi Sesuai pada Tempatnya

Berbagi dan Berekspresi Sesuai pada Tempatnya. Ngomongin soal sosial media, tentunya kita diberi ruang untuk berbagi maupun berekspresi sebebas bebasnya, tanpa ada batasan. Kita sendirilah yang harus menjadi pembatas. Dimana tempat berbagi yang seseuai, dimana tempat berekspresi yang pas.

Berbagi sesuai pada tempatnya

Sebagai seorang blogger yang memiliki banyak blog dengan topik berbeda beda, saya tau betul dimana saya harus membagikan konten yang saya tulis. Ambil contoh adalah tutorial hacking atau exploit yang saya tulis di exploit.linuxsec.org, tidak mungkin saya bagikan konten tersebut di grup Komunitas Blogger. Tutorial tentang GNU/Linux, tentu hanya akan saya bagikan di grup yang berhubungan dengan konten saya. Tutorial Ubuntu saya bagikan di grup Ubuntu, tutorial Linux Mint di grup Linux Mint, dan tutorial dengan tema general atau umum akan saya share di grup AYO BELAJAR LINUX. Begitu juga dengan web download yang saya kelola. Saya tidak pernah share satupun post tentang anime di grup IndoXploit, meskipun saya admin di grup tersebut.

Ya, setidaknya begitulah berbagi sesuai tempatnya menurut saya. Sehingga akan tercipta diskusi yang nyambung, karena apa yang dibahas masih satu topik dengan grup.

Makanya kadang suka jijik ada yang share tentang carding di grup Ensiklopedia Bebas, share tentang download anime di grup Komunitas Blogger. Kapan hari ada yang share web download film miliknya di grup IndoXploit, langsung saya banned pemanen orang tersebut.

Berekspresi sesuai tempatnya

Beberapa waktu lalu ada temen yang heran kok bisa saya buat status serius dan “bijak”. Padahal biasanya saya paling males bikin status yang serius.

Dalam konteks dunia maya, saya selalu mengikuti “lingkungan” dimana saya bergabung. Di grup shitpost, tidak mungkin saya baper ketika ada joke yang mungkin akan membuat normies tersinggung. Begitu pula di grup diskusi serius, tidak mungkin saya menjawab pertanyaan dengan gaya bahasa autis ala anak zeeeber.

Baca juga:

Makanya kadang heran ada yang nge-badword di grup tutorial linux, padahal kalo sekedar pengen ngebadword,bisa join grup grup perkumpulan sesama autis, dan badwordlah sepuas kalian.

Kesimpulan

Inti dari post ini sebenarnya adalah, berekspresinya sesuai lingkungan. Dan di sosial media, jangan terlalu kaku, tapi jangan pula terlalu lepas kendali yang ujung ujungnya malah bakal terjerat UU ITE.

Shares

One Response

Leave a Reply