Blokir Konten Porno dari Kominfo Hanya Buang-buang Anggaran Negara

Blokir Konten Porno dari Kominfo Hanya Buang-buang Anggaran Negara – Oke ini hanyalah artikel berisi opini dari seorang pengangguran gak jelas yang hobi mengeksporasi hal baru di dunia maya. Jadi akhir-akhir ini ramai diperbincangkan kebijakan Kominfo (yang sudah diterapkan) tentang pembatasan akses saat kita melakukan searching di mesin pencari Google. Kominfo secara paksa mengaktifkan fitur safe search yangmana hal tersebut membuat kita pengguna tidak bisa menemukan lagi konten porno di Google Indonesia.

Banyak yang mengapresiasi usaha dari Kominfo untuk menjauhkan generasi muda dari bahaya konten negatif tersebut. Kesampingkan betapa kita dengan mudahnya melakukan “bypass” terhadap restrict yang diberikan oleh Kominfo seperti menggunakan VPN, Proxy, dan lainnya. Salahsatu teman saya yang kebetulan dia juga pernah berbincang bincang dengan orang Kominfo berkata bahwa target Kominfo tersebut memang bukan kita yang sudah terbiasa dengan vpn dan sebagainya. Artinya mereka (Kominfo) memang tidak berharap banyak bisa membatasi kita yang dari awal sudah tau apa itu vpn. Target mereka adalah orang awam yang tidak tau bagaimana cara menggunakan vpn. Berharap ketika pengguna awam tersebut tidak menemukan konten yang mereka cari di Google mereka akan menyerah dengan “petualangan” mereka.

Patutkah diapresiasi? Jelas. Setiap usaha yang betujuan baik dari pemerintah memang seharusnya diapresiasi. Tapi kalo boleh jujur, usaha itu akan sia-sia. Kenapa? begini penjelasannya :

Sekarang kita logika. Apakah benar orang awam yang tadinya tidak tau apa itu vpn bakal langsung menyerah ketika mereka tidak bisa mencari video porno maupun mengakses situs langganan mereka? Kalau itu kamu, apa yang akan kamu lakukan?? Ya. Kita pasti berusaha bagaimanapun caranya untuk melewati batasan yang diterapkan oleh Kominfo tersebut.  Batasan tersebut tidak akan membuat pengguna jera. Sebaliknya, malah hanya akan memaksa orang untuk berkembang. Orang yang awalnya tidak tau apa itu vpn, apa guna vpn, gara-gara block dari Kominfo tersebut mereka jadi tau bagaimana cara melewati blokir dengan vpn.

Atau tak usah jauh jauh. Coba yang sekarang sudah terbiasa dengan vpn dan sejenisnya, bagaimana kalian dulu mengenal vpn? Apa tiba-tiba sudah jadi netizen hebat? Pasti awalnya juga awam, gak tau apa itu vpn. Lalu mungkin kalian mengenal vpn setelah mengalami masalah saat tidak bisa mengakses situs favorit kalian saat itu. Benar bukan? “pain makes you change”…

Beberapa waktu lalu, ketika kebijakan safe search baru berlaku, di Google Play Store aplikasi VPN gratis menjadi aplikasi paling populer yang diunduh kala itu. Setidaknya ada tiga provider vpn gratis yang masuk tiga teratas aplikasi populer. Untuk screenshotnya bisa dilihat dibawah:

Gambar diatas diambil beberapa waktu lalu. jadi kesmpulannya, banyak “pengguna baru” yang mengunduh aplikasi tersebut. Dan diantara pengguna baru tersebut pasti diantaranya orang orang awam yang sebelumnya adalah target dari kebijakan internet sehat Kominfo.

Kalau Kominfo memang serius untuk membuat pengguna internet Indonesia berada “di jalan yang lurus”, yang harusnya dilakukan adalah melakukan sosialisasi ke kalangan bawah tentang bagaimana cara menggunakan internet, apa itu internet sehat, bahaya apa saja yang bakal terjadi di internet dan lainnya. Ambil contoh Kominfo memberi sosialisasi bahaya tentang bahaya jika kita menggunakan VPN gratis. Saya tidak akan bahas terlalu jauh. Kalian bisa baca tulisan saya di LinuxSec tentang bahaya menggunakan vpn gratis.

Jadi kesumpulannya, terobosan baru Kominfo yang menghabiskan ratusan mulyar tersebut terkesan buang-baung anggaran negara. Oke mungkin sekian artikel kali ini. Sekali lagi, ini adalah opini, dan juga rant. Jadi, yang tidak setuju silahkan berkomentar yang cerdas.

 

 

Shares

Leave a Reply