Indonesiaku, Netizennya Norak Norak

Indonesiaku, Netizennya Norak Norak. Sebenarnya ini artikel yang sudah lama ada di draft post blog ini. Karena gak ada waktu (karena main terooossss), akhirnya malah gak kesentuh. Okelah sekarang saya kelarin postingannya daripada gak pernah update juga ya kan…

Bahas masalah netizen di Indonesia, sebenernya netizen Indonesia ini unik. Salahsatu keunikannya adalah sifat militan yang dimiliki.

Sifat overproud kebanyakan netizen Indonesia membuat mereka over reaktif ketika seseorang atau sekelompok netizen luar negeri membahas apapun yang berhubungan dengan Indonesia. Dan kadang, mereka bangga dengan tindakannya tersebut. Padahal tanpa mereka sadari, sebenarnya para netizen Indonesia sedang dimanfaatkan.

Sata pernah lihat salahsatu channel gak jelas di Youtube, yangmana dia subscribernya juga sendikit, view di video lain juga sedikit, tapi ketika dia membuat video reaction dengan judul kurang lebih “reaksi orang Nigeria melihat chant supporter timnas Indonesia”. Judul videonya juga dibuat pake bahasa sana sih, saya lupa. Viewnya sampai ratusan ribu. Padahal sumber video yang dia react juga dari YouTube, dan video aslinya malah kalah view. Dan si orang yang upload video dengan judul reaction ini bahkan gak bisa disebut “video reaction” karena ekspresi mukanya ya datar datar saja selama video, tanpa memunculkan ekspresi, bahkan sampai akhir video tidak memberi komentar apapun tentang video yang barusaja dilihatnya. Saya jadi mikir kok mau-maunya orang Indonesia nontonin orang lagi bengong di YouTube…

Dan masih banyak lagi kasus lain sebenarnya dimana orang luar negeri memanfaatkan “kenorakan” netizen Indonesia untuk mendongkrak view dari video yang mereka unggah di YouTube. Pokok apapun yang berbau Indonesia dan itu dinotis langsung oleh orang luar, pasti reaksi overproud para netizen norak ini muncul.

Yang terbaru kemarin adalah kasus salahsatu fanspage bola di Kamboja yang membuat postingan bernada provokasi terhadap salahsatu pemain Indonesia. Dan yang terjadi…. fanspage tersebut dibanjiri oleh orang Indonesia. Padahal saya cek fanspage tersebut awalnya sangat sepi sekali, like ataupun komentar per postingan dibawah 5. Tapi semenjak kasus postingan provokatif tersebut, postingan di page bola tersebut dibanjiri komentar tidak pernah kurang dari 100 per postingan. Dan dengan bangganya netizen norak ini mengklaim bahwa mereka berhasil menyerang fanspage bola Kamboja tersebut. Hey… wake up. Kalian hanya dimanfaatkan. Tolong gak usah norak, apalagi malah merasa bangga.

Sikap norak ini sebenarnya juga terjadi di dunia nyata. Sering banget ada bule dari luar, ke Indonesia cuma bawa modal mepet, sampe sini tinggal deh beli kertas karton terus ditulisi “saya adalah wisatawan dari Jerman. saya nekat ke Indonesia karena ingin melihat pemandangan disini yang sangat indah meskipun uang yang kami bawa tidak cukup”. Langsung deh para pribumi norak ngasih sumbangan ke para wisatawan miskin ini. Bahkan tak jarang ada yang malah dengan bangganya ngajak para pemngemis berkedok wisatawan ini berfoto-foto. Ayolah, kalian sedang dimanfaatkan. Mereka (para bule) tau kalian yang norak ini akan memberi mereka uang meski mereka tidak membawanya. Padahal kalo dilogika, yang namanya pengen berwisata keluar negeri ya harus bawa duit dong. Kita aja kalo pengen keluar negeri dibela belain nabung berbulan bulan (kecuali kalo cuma pengen ke Singapura atau Malaysia). Jadilah orang yang bermartabat. Menjadi orang yang dikenal sebagi bagian dari negara yang penduduknya sopan santun, tidak harus dengan cara merendahkan diri sendiri. Ada pengamen lokal diusir, bule miskin lagi ngamen divideoin. Norak!!!!

Ya memang tidak semuanya, tapi banyak sekali netizen norak di Indonesia. Yang sifatnya mirip orang baru kenal internet sehari (atau mereka ini memang baru kenal internet?). Intinya, berhentilah jadi orang yang norak.

Shares

Leave a Reply