Pengalaman Naik KRL Commuter Line

Pengalaman Naik KRL Commuter Line – Oke kali ini saya akan menulis sedikit pengalaman saya ketika naik KRL. KRL Commuter Line (dulu dikenal sebagai KRL Jabotabek atau KAI Commuter Jabodetabek) adalah layanan kereta rel listrik komuter yang dioperasikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). KRL telah beroperasi di wilayah Jakarta sejak tahun 1925, hingga kini melayani rute komuter di wilayah DKI Jakarta, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Lebak, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Pertamakali saya naik KRL saat menjadi panitia di acara Cyber Security Marathon 2018 di Depok. Saya menginap di apartement Kalibata City sehingga naik KRL untuk ke tempat acara.

Kesan pertama naik KRL, “wih kayak kereta di Jepang nih”. Maksudnya karena kita berdiri di dalam KRL. Saya sendiri tau kereta di Jepang ya lewat anime doang, gak pernah kesana. :p Tapi mungkin pengalaman yang tidak pernah saya lupakan adalah tingkat keegoisan para penumpang KRL. Sejauh mata memandang (pfftt..), hampir semua orang sibuk dengan smartphone nya selama didalam KRL. Okelah mungkin mereka memang anti sosial.

Tapi kejadian berikutnya benar-benar membuat saya berpikir bahwa tingkat “keegoisan” penumpang KRL cukup tinggi. Ada seorang bapak-bapak yang kebetulan akan turun di stasiun yang sama dengan tempat kami (panitia Cyber Security Marathon) turun. Kebetulan dia bawa kursi roda kalau gak salah. Nah sebelum kursinya ditarik keluar, pintu KRL sudah mulai menutup. Dari yang saya lihat, tidak ada satupun penumpang didalam KRL yang berusaha membantunya. Itu yang pertama. Balik dari acara (hari pertama) di seminar, kita naik KRL lagi. Kali ini kejadian yang menunjukkan keegoisan penumpang kembali terjadi. Di salahsatu stasiun orang mulai berebut keluar. Dan parahnya  ada penumpang di dalam KRL yang bahkan sedetikpun tidak berpaling dari smartphone nya. Jangankan menoleh, untuk sekedar minggir dan memberi jalan kepada penumpang yang akan turun pun dia tidak mau. Saya pikir memang hanya orang idiot yang akan berdiri di tengah pintu saat KRL berhenti di tempat pemberhentian penumpang.

Hal ini tentu berbeda dengan keadaan di kampung saya berada. Ya meski di kampung saya tidak ada KRL, jika kita kebetulan sebangku dengan orang lain yang tidak kita kenal pun di dalam bis atau angkot pasti menyapa. Entah “darimana mas?” atau “mau kemana tujuannya mbak?” dll. Di kampung saya hal seperti itu wajar, itu bukan berarti kita mau sok kenal dengan orang tersebut, tapi lebih ke kita ingin berbaur dengan siapa saja. Hal tersebut tidak saya temukan saat saya naik KRL.

Untuk foto pas saya naik KRL gak ada ya. Karena saya memang jarang banget buka hape ketika di dalam kendaraan/angkutan umum. Mungkin untuk bukti bahwa saya benar-benar naik KRL saya kasih foto ini aja.

Oke mungkin sekian ya “curhatan” gak jelas saya kali ini, dan silahkan berkomentar.

Shares

4 Comments

Leave a Reply